Kamis, 08 Mei 2014

Untuk Apa Diadakan UN Di Indonesia??





                 Mungkin ada beberapa yang bertanya seperti itu. Tapi bukan saya yang akan dan harus menjawabnya. Saya pun juga bertanya-tanya. Dan di artikel ini saya juga tidak akan membahas mengenai jawabannya. Tapi hanya ingin mengutarakan sedikit mengenai pelaksanaan UN di Negara tercinta kita, Indonesia. UN adalah panggilan akrab dari Ujian Nasional. Pelaksaan UN benar-benar super ketat, katanya. Bahkan siswa-siswi yang akan menghadapi UN seakan-akan sedang di ujung maut, menakutkan. UN itu bagi mereka seperti monster galak yang akan menerkam mereka bila tidak berhati-hati. Tapi itu hanyalah suara yang terdengar sebelum pelaksanaan UN, lain halnya saat pelaksanaannya. Soal UN itu dijaga ketat oleh aparat kepolisian bahkan disebut-sebut sebagai ‘Dokumen Rahasia Negara’. Tapi meskipun di jaga ketat tetap saja ada yang kelolosan. Beberapa mungkin memang bekerja sama. Ada kebocoran yang kelihatan ada juga yang tak kelihatan. Beruntung kalau tak kelihatan. Dan bahkan yang kelihatan pun akan saling bahu-membahu untuk menutupinya. Kemana hukum Negara? Apakah hukum negara sedang bersembunyi?? Takut?? Atau Acuh tak acuh?? Tak ada yang mengetahuinya. Saat pelaksanaannya pun masih terjadi kecurangan. Bocoran dari mulut ke mulut, dilakukan secara bersama-sama. Entah antar siswa atau bahkan gurunya. Kemana pengawasnya?? Apa hanya makan gaji buta?? Tak ada yang tahu. Memang pengawas berasal dari sekolah yang lain, tapi ini bukan ancaman untuk kecurangan tetapi seakan-akan menjadi pintu pemanfaatannya. Beberapa sekolah mungkin sengaja bekerja sama menutup mulut masing-masing.

                  Nah, itulah sesungguhnya UN di Indonesia. Itu juga yang menjadi alasan saya meluncurkan pertanyaan ini. “Untuk Apa Diadakan UN Di Indonesia?” apa untuk menjadi ajang kompetisi meraih prestasi palsu di negeri ini? Beberapa sekolah bahkan kota hingga provinsi seakan-akan bersaing memperlihatkan pasukan siapa yang paling unggul. Cara kotor pun terlihat bersih bagi mereka dan ‘hukum’ seakan tak berkutik karena masih saja kejadian ini terulang. Apa dengan nilai 10.00 itu anda merasa bangga?? Mungkin dimata orang itu sebuah prestasi, tapi tak ada yang menyadari bahwa Tuhan melihat semuanya. Nilai palsu itu berhasil menurunkan derajat manusia di negeri ini. Untuk apa anda menulis di LJUN anda, “Saya Mengerjakan Ujian Dengan Jujur” ?? lebih baik jangan anda tulis kalau anda tak yakin. Karena tulisan itu sama saja menghina anda. Di balik LJUN pun ada tulisan kejujuran adalah cermin kepribadian. Jika tidak jujur, lalu bagaimana cermin kepribadian anda??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentarkan Pikiran Anda, Lisankan Pendapat Anda, Dan Nyatakan Isi Hati Anda