Mungkin ada
beberapa yang bertanya seperti itu. Tapi bukan saya yang akan dan harus
menjawabnya. Saya pun juga bertanya-tanya. Dan di artikel ini saya juga tidak
akan membahas mengenai jawabannya. Tapi hanya ingin mengutarakan sedikit
mengenai pelaksanaan UN di Negara tercinta kita, Indonesia. UN adalah panggilan
akrab dari Ujian Nasional. Pelaksaan UN benar-benar super ketat, katanya.
Bahkan siswa-siswi yang akan menghadapi UN seakan-akan sedang di ujung maut, menakutkan.
UN itu bagi mereka seperti monster galak yang akan menerkam mereka bila tidak
berhati-hati. Tapi itu hanyalah suara yang terdengar sebelum pelaksanaan UN,
lain halnya saat pelaksanaannya. Soal UN itu dijaga ketat oleh aparat
kepolisian bahkan disebut-sebut sebagai ‘Dokumen Rahasia Negara’. Tapi meskipun
di jaga ketat tetap saja ada yang kelolosan. Beberapa mungkin memang bekerja
sama. Ada kebocoran yang kelihatan ada juga yang tak kelihatan. Beruntung kalau
tak kelihatan. Dan bahkan yang kelihatan pun akan saling bahu-membahu untuk
menutupinya. Kemana hukum Negara? Apakah hukum negara sedang bersembunyi??
Takut?? Atau Acuh tak acuh?? Tak ada yang mengetahuinya. Saat pelaksanaannya
pun masih terjadi kecurangan. Bocoran dari mulut ke mulut, dilakukan secara
bersama-sama. Entah antar siswa atau bahkan gurunya. Kemana pengawasnya?? Apa
hanya makan gaji buta?? Tak ada yang tahu. Memang pengawas berasal dari sekolah
yang lain, tapi ini bukan ancaman untuk kecurangan tetapi seakan-akan menjadi pintu
pemanfaatannya. Beberapa sekolah mungkin sengaja bekerja sama menutup mulut
masing-masing.
Nah, itulah
sesungguhnya UN di Indonesia. Itu juga yang menjadi alasan saya meluncurkan
pertanyaan ini. “Untuk Apa Diadakan UN Di Indonesia?” apa untuk menjadi ajang
kompetisi meraih prestasi palsu di negeri ini? Beberapa sekolah bahkan kota
hingga provinsi seakan-akan bersaing memperlihatkan pasukan siapa yang paling
unggul. Cara kotor pun terlihat bersih bagi mereka dan ‘hukum’ seakan tak
berkutik karena masih saja kejadian ini terulang. Apa dengan nilai 10.00 itu
anda merasa bangga?? Mungkin dimata orang itu sebuah prestasi, tapi tak ada
yang menyadari bahwa Tuhan melihat semuanya. Nilai palsu itu berhasil
menurunkan derajat manusia di negeri ini. Untuk apa anda menulis di LJUN anda,
“Saya Mengerjakan Ujian Dengan Jujur” ?? lebih baik jangan anda tulis kalau
anda tak yakin. Karena tulisan itu sama saja menghina anda. Di balik LJUN pun
ada tulisan kejujuran adalah cermin kepribadian. Jika tidak jujur, lalu
bagaimana cermin kepribadian anda??

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentarkan Pikiran Anda, Lisankan Pendapat Anda, Dan Nyatakan Isi Hati Anda